Berita  

Lulus, 300 KPM di Kendal Kini Tak Bergantung pada Bansos

300 KPM di Kendal sudah tak bergantung pada bansos (foto: Pemkab Kendal)
300 KPM di Kendal sudah tak bergantung pada bansos (foto: Pemkab Kendal)

JAVANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung penuh pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat menuju graduasi bantuan sosial (bansos).

Program ini menjadi langkah nyata untuk melepaskan masyarakat dari ketergantungan terhadap bantuan pemerintah, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh pihak yang berkolaborasi dalam program ini.

“Graduasi kemiskinan ini merupakan program yang sangat baik untuk membangun ekosistem sosial berkelanjutan. Alhamdulillah, dari beberapa KPM sudah banyak yang graduasi, bahkan hari ini secara simbolis diwisuda oleh Pak Wamen Sosial RI,” ujarnya saat penutupan pilot project di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kamis 11 Desember 2025.

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata instruksi Presiden untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, termasuk menuju target kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026.

Pilot project melibatkan sembilan desa di Jawa Tengah dengan intervensi berupa program pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube), di mana setiap desa memiliki 10 kelompok dengan bantuan Rp20 juta sesuai potensi desa.

Selain itu, ada Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) senilai Rp5 juta untuk setiap KPM yang sudah memiliki embrio usaha.

“Kami juga melibatkan pihak swasta dan meningkatkan kapasitas Bank Himbara agar produk masyarakat bisa berkembang bahkan berorientasi ekspor,” tambah Agus.

Hari ini, sebanyak 300 KPM resmi lulus graduasi bansos. Mereka menyatakan siap mandiri, produktif, dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.