JAVANEWS.ID – Bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memaksa 175 kepala keluarga atau 532 jiwa mengungsi.
Pergerakan tanah yang dipicu hujan deras merusak rumah warga, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta jalan desa sepanjang 700 meter.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi pengungsian di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama. “Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindahkan orang dan barang. Di sini aman, yang penting selamat,” ujarnya.
Luthfi meminta kepala desa dan dinas sosial terus mengedukasi warga agar tidak kembali ke rumah masing-masing.
“Kondisi masih rawan. Barang-barang akan dibantu TNI, Polri, dan tim gabungan. Tempat evakuasi barang juga disiapkan agar warga tidak khawatir,” tegasnya.
Pemprov Jateng menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) di lahan milik Perhutani KPH Pekalongan Barat yang dinilai aman.
Dari kebutuhan 900 rumah, baru 550 unit dibangun, sementara sisanya menunggu rekomendasi teknis dari BMKG dan ESDM.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyalurkan bantuan senilai Rp175,97 juta, terdiri dari logistik, pangan, obat-obatan, perlengkapan pendidikan, hingga beras jagung dan singkong. Bantuan berasal dari BPBD, Dinsos, Dinkes, Disdik, Dishanpan, dan PMI Jateng.
Memasuki Ramadan, Luthfi memastikan kebutuhan ibadah tetap terpenuhi.
“Kami siapkan sahur, buka, dan takjil. Musala juga harus ada agar pengungsi tetap bisa beribadah,” pesannya.












