JAVANEWS.ID – Libur Lebaran 2026 resmi berakhir dengan catatan positif bagi Kota Semarang. Wali Kota Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa arus mudik dan arus balik di wilayahnya berjalan relatif lancar tanpa hambatan besar.
Dalam kegiatan Halal Bihalal di Balai Kota Semarang, Senin 30 Maret 2026, Agustina mengucapkan terima kasih kepada para pemudik yang singgah maupun tinggal di Semarang.
Ia juga mengapresiasi kerja keras jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan warga lokal yang menjaga keamanan serta kenyamanan selama masa libur.
“Warga Semarang senang kedatangan pemudik, ada macet sedikit tapi secara keseluruhan lancar. Terima kasih kepada masyarakat, petugas kepolisian, dan jajaran Pemkot yang tetap melakukan pengawasan saat mudik Lebaran,” ujarnya.
Agustina mengaku lega karena tidak banyak kejadian besar selama libur Lebaran.
Menurutnya, pengendalian yang disiapkan bersama kepolisian dan pemerintah provinsi berjalan efektif, meski sebelumnya sempat diwarnai bencana seperti tanah longsor, banjir, dan jalan berlubang.
Selain lancarnya arus mudik, Semarang juga merasakan dampak ekonomi positif. Kehadiran pemudik yang singgah meski hanya sebentar tetap menghidupkan sektor pariwisata, mulai dari kuliner hingga destinasi sejarah seperti Kota Lama dan Lawang Sewu.
“Semarang menjadi lebih terkenal karena banyak pemudik yang datang, belanja, dan menikmati wisata meski tidak menginap. Itu anugerah luar biasa,” kata Agustina.
Ia menambahkan, pihaknya sempat khawatir akan terjadi ledakan pengunjung.
Karena itu, Pemkot Semarang tetap melakukan pemantauan intensif, bahkan melibatkan ASN melalui koordinasi di grup WhatsApp meski dalam masa libur panjang.
Dengan berakhirnya Lebaran 2026, Semarang tidak hanya berhasil menjaga kelancaran arus mudik, tetapi juga memanfaatkan momentum untuk memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata sekaligus pusat ekonomi Jawa Tengah.












