Berita  

Jateng Siapkan Pengolahan Sampah Regional, Target 1.000 Ton per Hari

ilustrasi sampah (pixabay/ zibik)
ilustrasi sampah (pixabay/ zibik)

JAVANEWS.ID – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan gagasan gerakan bersih-bersih sampah secara masif dan berkelanjutan.

Langkah ini menjadi tindak lanjut untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) serta target nasional zero sampah 2029 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Gerakan ini dirancang mulai dari lingkup terkecil, yakni kantor pemerintahan dan lingkungan sekitar, hingga meluas melibatkan instansi vertikal maupun horizontal di seluruh Jawa Tengah.

“Persoalan sampah tidak bisa ditunda, harus segera dieksekusi,” tegas Luthfi saat memberikan arahan kepada OPD, BUMD, dan BLUD di Kantor Gubernur Jateng, Selasa 10 Februari 2026.

Menurutnya, gerakan bersih sampah akan dijalankan dengan dua pendekatan:

  • Rutin, berupa kegiatan bersih lingkungan minimal dua kali sepekan.
  • Gradual dan kolaboratif, melibatkan Polda, Kejaksaan, Kodam, dan instansi lain untuk membersihkan titik-titik dengan volume sampah tinggi.

Selain gerakan sosial, Pemprov Jateng juga mempercepat pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu regional.

Beberapa kawasan sudah menyatakan kesiapan, seperti Pekalongan Raya, Tegal Raya, dan Semarang Raya.

Fasilitas ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 1.000 ton sampah per hari.

Untuk daerah dengan kapasitas lebih kecil, akan digunakan skema Refuse Derived Fuel (RDF) dengan kapasitas 100–200 ton per hari.

“Ini harus cepat, karena persoalan sampah sudah masuk kategori proyek vital nasional,” tegas Luthfi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng, Widi Hartanto, menambahkan bahwa gerakan ini menjadi momentum penting mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah.

“Koordinasi dengan kabupaten/kota terus kami lakukan, terutama terkait infrastruktur pengolahan sampah. Ini momentum akselerasi,” ujarnya.

Dengan pendekatan sosial yang masif dan pembangunan infrastruktur modern, Jawa Tengah menegaskan posisinya sebagai garda depan agenda nasional zero sampah 2029.