Berita  

Gerakan Indonesia ASRI: Strategi Nasional Atasi Sampah dan Perindah Permukiman

Presiden Prabowo Subianto (foto: Kemkomdigi)
Presiden Prabowo Subianto (foto: Kemkomdigi)

JAVANEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Presiden meluncurkan gagasan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah).

Gerakan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan sehat melalui keterlibatan aktif seluruh instansi pemerintahan serta masyarakat, termasuk pelajar.

“Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribuan itu, cepat itu,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, persoalan sampah sudah menjadi masalah krusial. Hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau harapkan pariwisata kalau lingkungan kita jorok dan kotor,” tegasnya.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Presiden juga memperkenalkan gagasan proyek gentengisasi untuk memperindah lingkungan permukiman. Ia menilai penggunaan atap seng yang meluas membuat kawasan panas, berkarat, dan kurang estetis.

“Indonesia tidak akan indah kalau semua genteng dari seng. Seng itu panas, seng itu berkarat. Dalam 2–3 tahun, Indonesia tidak boleh kelihatan karat. Indonesia harus bangkit, kuat, indah, dan rakyatnya bahagia,” tandas Presiden.

Dengan dua strategi besar ini, Gerakan Indonesia ASRI dan proyek gentengisasi, pemerintah menargetkan terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, tertata, sekaligus indah, sebagai fondasi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.