JAVANEWS.ID – Senyum haru terlihat di wajah warga Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, ketika kunci hunian sementara (huntara) diserahkan oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, Selasa 27 Januari 2026.
Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) yang kehilangan rumah akibat longsor pada 13 November 2025 kini resmi menempati hunian baru di Desa Jenang, Majenang.
Bupati Syamsul menegaskan bahwa pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare untuk pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap).
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda, serta seluruh pihak yang terlibat sejak masa tanggap darurat hingga proses penempatan hunian sementara,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan bencana di Cilacap dilakukan dengan pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pemulihan warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo menyampaikan bahwa penempatan huntara adalah wujud keseriusan pemerintah pusat dan daerah.
“Harapannya, pada saat bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, para warga sudah menempati hunian yang layak dan aman,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan huntara tahap berikutnya sedang berjalan untuk 39 KK. Dengan demikian, total 56 keluarga akan menghuni kawasan hunian sementara tersebut.
“Seluruh penghuni sudah disiapkan perlengkapan tidur, memasak, dan mandi. Standar kebutuhan minimal sudah kami penuhi,” jelasnya.
Setiap unit huntara berukuran 6 x 7 meter, terdiri atas ruang keluarga, dua kamar tidur, satu toilet, dan dapur.
Bangunan menggunakan material galvalum/zincalume dengan rangka baja ringan, sehingga lebih kokoh dan tahan lama.
Deputi V BNPB, Andi Eviana, menegaskan pentingnya aturan agar hunian tetap benar-benar diperuntukkan bagi warga terdampak. “Rumah tersebut tidak boleh disewakan, harus dipastikan menjadi hak 56 KK yang berhak,” tegasnya.
Meski Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Jawa Tengah berada pada kategori sedang, cuaca ekstrem belakangan ini membuat 35 kabupaten/kota terdampak bencana.
Pemerintah berharap hunian sementara ini menjadi langkah awal pemulihan, sekaligus pengingat bahwa mitigasi bencana harus terus diperkuat.












