Cuaca Hujan Picu Lonjakan Harga Sayuran di Pasar Batang

harga cabai (pixabay/ senjakelabu29)
harga cabai (pixabay/ senjakelabu29)

JAVANEWS.ID – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Pasar Induk Kabupaten Batang mengalami lonjakan hingga 50 persen.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada bumbu dapur dan sayuran, terutama cabai.

Laela, salah satu pedagang di Pasar Batang, menyebut harga cabai keriting yang semula Rp40 ribu kini menembus Rp80 ribu per kilogram.

Sementara cabai rawit merah naik dari Rp60 ribu menjadi Rp90 ribu.

“Selain cabai, wortel juga ikut naik dari Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu. Stok masih cukup, hanya harganya saja yang merangkak naik,” ujarnya, Kamis 11 Desember 2025.

Menurutnya, faktor cuaca hujan yang merata di daerah penghasil sayuran seperti Kecamatan Bawang menjadi penyebab utama kenaikan harga.

Meski distribusi tetap lancar, stok sedikit berkurang sehingga memengaruhi daya beli konsumen. “Pembeli tetap ada, tapi jumlah belinya dikurangi,” tambahnya.

Suharti, distributor sayuran asal Bawang, membenarkan kualitas hasil panen petani menurun akibat intensitas hujan tinggi.

“Sayuran terlalu banyak kadar air, jadi kualitasnya kurang bagus. Hasil panen berkurang jumlah dan mutunya,” jelasnya.

Menariknya, tidak semua harga sayuran naik. Kentang justru turun dari Rp10 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.

“Omzet kami berkurang karena kualitas sayuran menurun akibat hujan,” ungkap Suharti.

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga puncak perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga masyarakat diimbau lebih bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok.