JAVANEWS.ID – Banjir kiriman dari wilayah hulu Ungaran timur kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Semarang pada Sabtu 14 Maret 2026 malam hingga Minggu 15 Maret 2026 pagi.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng langsung menginstruksikan penanganan darurat dengan fokus utama di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, serta beberapa titik di Rowosari, Sampangan, dan Mayangsari.
Agustina menjelaskan, tingginya debit air Kali Babon menjadi pemicu genangan di permukiman warga.
“Intensitas hujan di hulu sangat lebat, sehingga aliran Kali Babon membawa debit tinggi ke hilir dan mengakibatkan banjir di Dinar Indah,” ujarnya.
Tim gabungan dari DPU, BPBD, Damkar, Dinsos, hingga TNI-Polri dikerahkan untuk memperkuat tanggul sepanjang 30 meter di titik paling rawan. Ribuan sandbag dipasang, ditambah trucuk bambu sebagai penguat struktur agar tanggul tidak mudah tergerus.
Selain di Dinar Indah, penanganan juga dilakukan di Perum Argo Residence, Rowosari Megah Asri 2, Grand Permata Tembalang, serta kawasan Sampangan dan Mayangsari.
Pemkot Semarang terus berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana untuk mencari solusi permanen, mengingat Kali Babon berada di bawah kewenangan pusat.
Hingga Minggu pagi, tim teknis masih bekerja di lapangan. Pemkot juga menyiagakan tenaga operasional dan stok sandbag tambahan di titik rawan genangan.
“Kami memantau radar BMKG secara real-time karena cuaca masih dinamis. Semua tenaga sudah disiagakan untuk antisipasi hujan susulan,” tegas Agustina.












