Berita  

Gubernur Jateng Pastikan Hunian Aman untuk Korban Tanah Bergerak di Tegal

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berbincang dengan warga pengungsi di Desa Padasari, Tegal Rabu 4 Februari 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berbincang dengan warga pengungsi di Desa Padasari, Tegal Rabu 4 Februari 2026 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Hujan deras membasahi Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, ketika Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menemui warga terdampak bencana tanah bergerak, Rabu 4 Februari 2026.

Di tengah keterbatasan pengungsian, Luthfi mendengar langsung keluh kesah warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah.

Gubernur menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menyelamatkan warga, tetapi juga menjamin masa depan mereka melalui program relokasi menyeluruh.

“Nanti dipindah ya, jangan di sini lagi. Pokoknya semua sudah disiapkan. Gratis. Yang gagal panen juga akan didata dan dibantu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut antusias warga. Afifah, warga RT 2 Desa Padasari, mengaku lega dengan adanya hunian sementara.

“Terima kasih Pak Gubernur, alhamdulillah kalau ada tempat sementara,” ucapnya. Hal serupa disampaikan Khunainah, yang rumahnya rusak parah meski masih berdiri.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan. Luthfi berdialog dengan Warningsih, warga hamil delapan bulan, dan meminta tim kesehatan melakukan pengawasan intensif.

Ia juga menyapa para lansia di pengungsian Majelis Az Zikir wa Rotibain, termasuk Mbah Karsih (80) dan Mbah Rupi’ah (70), dengan pesan agar kebutuhan mereka tidak terabaikan.

“Saya titip yang sepuh-sepuh ini. Jangan sampai kekurangan makan atau obat. Kalau perlu dipindahkan segera,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam rapat percepatan penanganan bencana, Luthfi menekankan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan tempat tinggal, tetapi juga memastikan keberlanjutan sosial dan ekonomi warga.

“Hadirnya negara adalah memberikan kepastian agar masyarakat di huntap bisa eksis dan mandiri,” katanya.

Bencana tanah bergerak di Desa Padasari terjadi pada Senin 2 Februari 2026 setelah hujan lebat. Sebanyak 250 rumah terdampak dan lebih dari 1.000 jiwa mengungsi.

Pemkab Tegal menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari dengan layanan dapur umum, kesehatan, dan distribusi logistik.

Sebagai dukungan, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan darurat senilai Rp 338,04 juta, terdiri atas logistik, beras, obat-obatan, perlengkapan sekolah, serta dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp 120 juta untuk kebutuhan mendesak.