Berita  

Potensi Hujan Masih Tinggi, Warga Jateng Diminta Waspada

ilustrasi cuaca ekstrem (pixabay/ rachmadrinaldie)
ilustrasi cuaca ekstrem (pixabay/ rachmadrinaldie)

JAVANEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 45 kejadian bencana terjadi di wilayahnya sepanjang 1–25 Januari 2025.

Jenis bencana meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga cuaca ekstrem yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng menyebutkan, bencana tersebut mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 5 orang luka-luka, 9.729 orang mengungsi, dan 308.108 orang terdampak.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada rumah tinggal, fasilitas umum, lahan pertanian, dan perikanan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa pihaknya di bawah arahan Gubernur Ahmad Luthfi telah melakukan berbagai langkah cepat, mulai dari rekayasa cuaca hingga memastikan distribusi logistik.

“Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis,” ujarnya seusai Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Senin 2 Februari 2026.

Pemprov juga melakukan pemulihan akses jalur logistik agar bantuan pangan dan medis bisa menjangkau titik pengungsian.

Optimalisasi pompa dilakukan untuk mempercepat penanganan banjir. Di lokasi pengungsian, layanan trauma healing dan psikososial disediakan, seperti di Posko Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Meski fokus saat ini pada penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menyebut rencana rehabilitasi sudah disiapkan.

“Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana,” tambahnya.

Masyarakat diimbau tetap siaga dan aktif melaporkan kondisi darurat melalui kanal pengaduan cepat, yakni 112, WhatsApp Pusdalops 08813809409, dan Dinas Sosial Jateng (024) 8454962.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih akan melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026.

Prakirawan Rany Puspita mengingatkan masyarakat untuk menjauhi bantaran sungai, menghindari aktivitas di lereng rawan longsor, serta tidak beraktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai kilat.