Berita  

Mangrove Kendal Diproyeksikan Jadi Penyerap Karbon, Masuk 16 Daerah Program Nasional

ilustrasi hutan mangrove (pixabay/ alldonefreelance)
ilustrasi hutan mangrove (pixabay/ alldonefreelance)

JAVANEWS.ID – Kabupaten Kendal resmi masuk dalam daftar 16 kabupaten/kota pesisir Jawa Tengah yang dipersiapkan untuk program pengembangan ekosistem karbon biru nasional oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Program ini bertujuan memulihkan ekosistem pesisir sekaligus mendukung penurunan emisi karbon.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, menyampaikan bahwa pemilihan Kendal didasarkan pada potensi ekosistem mangrove yang dinilai sangat mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Ekosistem mangrove di pesisir Kendal sangat potensial sebagai penyerap karbon, sehingga dinilai layak menjadi lokasi pengembangan karbon biru,” ujarnya, Sabtu 31 Januari 2026.

Mangrove diketahui memiliki kemampuan menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan darat.

Jenis mangrove yang akan ditanam di pesisir Kendal antara lain Rhizophora, Avicennia spp, dan sp yang dikenal memiliki daya serap karbon tinggi.

Ada tiga kecamatan yang diusulkan sebagai lokasi pengembangan mangrove, yaitu Kecamatan Patebon (Desa Pidodo Kulon), Kecamatan Kangkung (Desa Jungsemi), serta Kecamatan Rowosari (Desa Sikucing hingga Desa Gempolsewu).

Saat ini, program masih dalam tahap penentuan lokasi, sosialisasi, serta identifikasi kesesuaian tata ruang wilayah, luasan, biaya, dan keterlibatan masyarakat.

Hudi berharap, dengan masuknya Kendal dalam program nasional ini, pengelolaan ekosistem pesisir dapat berjalan lebih optimal sekaligus mendukung komitmen pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim.