JAVANEWS.ID – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang menggunung di TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan pihaknya melakukan langkah intensif dengan dukungan armada, alat berat, serta personel lintas perangkat daerah sebagai bentuk respons atas keluhan warga.
“Kami tidak hanya mengangkut, tetapi menata sistemnya armada, ritasi, kontainer, hingga koordinasi lintas OPD. Tujuannya jelas, tidak ada lagi tumpukan yang mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan,” ungkap Agustina.
Respons cepat ini mendapat apresiasi langsung dari warga setempat. Ketua RW 8 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Ali, menyampaikan bahwa selama musim hujan, tumpukan sampah di TPS menjadi persoalan serius bagi lingkungan dan kesehatan.
“Alhamdulillah, sudah ada tindakan nyata dari Ibu Wali Kota Semarang. Sampah yang kemarin menumpuk, sekarang sudah berkurang. Warga kami sangat berterima kasih atas respons yang sigap ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua LPMK Kelurahan Muktiharjo Kidul, Muhammad Muslim, juga menyampaikan apresiasi.
“Setelah kami melapor, langsung ditindaklanjuti. Hari ini bisa kita lihat, sampah sudah banyak berkurang. Ke depan kami berharap bisa dibuatkan tempat sampah yang lebih baik lagi,” katanya.
Langkah konkret juga dilakukan di sejumlah titik lain yang mengalami beban sampah tinggi.
Di Pasar Penggaron, Pemkot menurunkan dua armada dengan dua ritasi serta satu alat berat dengan target penuntasan pada Jumat (16/1). Pola serupa diterapkan di Pasar Jatingaleh dengan dua armada armroll.
Penanganan di TPS Lanal telah tuntas pada 15 Januari, sementara TPS Purwosari/Patriot diperkuat dengan satu armada dump truck.
Di TPS Bukit Kencana Jaya, Pemkot menambah excavator dari DISPERKIM, lima dump truck, dua armroll, tambahan satu kontainer, serta penataan ritasi harian.
Selain itu, TPS Lingkar Tanjung Panggung Lor dan Pasar Suryokusumo sudah selesai ditangani, sedangkan TPS Rumah Pompa mendapat dukungan dua dump truck dari TPA dan 10 personel DISPERKIM.
Agustina menegaskan pola penanganan di Muktiharjo Kidul akan diperluas ke TPS lain yang rawan overload.
“Pemkot bekerja dengan sistem yang kami perkuat, masyarakat mendukung dengan disiplin. Dengan gotong royong, Semarang bisa lebih bersih, tertib, dan sehat,” pungkasnya.












