Berita  

Wali Kota Pekalongan Dorong Kolaborasi Investor Atasi Sampah

ilustrasi sampah (pixabay/ zibik)
ilustrasi sampah (pixabay/ zibik)

JAVANEWS.ID – Pemerintah Kota Pekalongan menegaskan komitmennya mencari solusi berkelanjutan dalam menangani persoalan sampah.

Wali Kota Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, menyampaikan bahwa tantangan sampah tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pemerintah provinsi dan investor dari dalam maupun luar negeri.

“Beberapa investor sudah presentasi ke kita, dari luar negeri juga ada, seperti China, Malaysia, Singapura. Itu akan kita maksimalkan,” ungkap Wali Kota Aaf, Selasa 6 Januari 2026.

Menurutnya, ketertarikan investor menunjukkan bahwa isu lingkungan kini menjadi perhatian global sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Pemkot Pekalongan menyambut baik gagasan yang berorientasi pada pengurangan sampah, pengolahan berbasis teknologi, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber daya bernilai.

Meski demikian, Aaf menekankan prinsip kehati-hatian dalam menjalin kerja sama internasional.

Ia menilai, proses kerja sama dengan investor luar negeri membutuhkan waktu panjang, mulai dari kajian teknis, regulasi, hingga kesesuaian dengan kebutuhan daerah.

“Jangan sampai bergantung pada investor luar negeri yang prosesnya masih lama. Mudah-mudahan ada jalan keluar terbaik untuk permasalahan sampah ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, capaian pengelolaan sampah di Kota Pekalongan berada di kisaran 50–60 persen. Angka tersebut diperoleh melalui optimalisasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R), serta program pengurangan sampah dari sumbernya.

“Target kita, kalau TPS-3R semua sudah jalan, bisa tembus 80 persen. Kalau 100 persen itu berat sekali, karena juga menyangkut kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Aaf menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan anggaran, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat.

Pemilahan sampah sejak rumah tangga, pengurangan plastik sekali pakai, dan partisipasi aktif warga menjadi kunci utama.

Sejalan dengan itu, Pemkot Pekalongan terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi melalui kampanye pilah sampah, penguatan bank sampah, serta kolaborasi dengan komunitas dan lembaga pendidikan.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah terus berupaya, tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal. Mari kita jaga Kota Pekalongan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya.