JAVANEWS.ID – Rencana pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Gelangmanggung pada 2027 membawa harapan baru bagi masyarakat di kawasan aglomerasi Magelang-Temanggung.
Moda transportasi massal ini diproyeksikan mampu memangkas pengeluaran transportasi warga hingga Rp100.000–Rp300.000 per bulan, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mengembangkan transportasi massal berbasis aglomerasi.
“Pengoperasian koridor Gelangmanggung adalah langkah strategis untuk mobilitas harian masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko menyebut koridor Magelang-Temanggung merupakan bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang dikembangkan seiring penguatan kawasan aglomerasi Gelangmanggung.
Komitmen tersebut telah diformalkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara gubernur dengan bupati dan wali kota di wilayah terkait.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menilai langkah ini sebagai awal penting membangun mobilitas berkelanjutan.
“Transportasi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi saling menguatkan antarwilayah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Temanggung juga menyiapkan angkutan pengumpan (feeder) menuju halte Trans Jateng, sementara Dishub Kabupaten Magelang telah berkoordinasi dengan provinsi sejak pertengahan 2025.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jateng, Bekora Seputranto, menegaskan kehadiran Trans Jateng tidak dimaksudkan mematikan angkutan eksisting. Operator lokal akan dilibatkan melalui konsorsium, proses scraping, dan lelang.
Awak angkutan terdampak juga dapat bergabung sebagai pramudi maupun pramujasa.
Koridor Gelangmanggung direncanakan melayani rute Terminal Maron (Temanggung) – Terminal Tidar (Kota Magelang) – Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) dengan dukungan 14 armada bus.
Berdasarkan survei pada tujuh koridor Trans Jateng yang telah beroperasi, kebijakan tarif mampu memberikan penghematan signifikan bagi masyarakat.
Pemprov Jateng juga menetapkan tarif khusus bagi pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lansia sebesar Rp1.000, turun dari Rp2.000 sesuai Keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/124 tertanggal 30 April 2025.
Sepanjang 2025, Trans Jateng telah melayani 10,2 juta penumpang di tujuh koridor dengan total 115 unit bus. Koridor tersebut meliputi Semarang-Bawen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Kendal, Magelang-Purworejo, Solo-Sragen, Semarang-Grobogan, serta Solo-Wonogiri.
Dengan rencana pengoperasian koridor Gelangmanggung, pemerintah berharap aksesibilitas masyarakat meningkat, kesenjangan antarwilayah berkurang, dan efisiensi biaya transportasi semakin nyata.












