Tradisi Unik Bandara Ahmad Yani Semarang: Penumpang Terakhir dan Perdana Jadi Simbol Harapan Baru

Manajemen Bandara Ahmad Yani mengalungkan kain batik kepada penumpang perdana 2026 (foto: Angkasa Pura)
Manajemen Bandara Ahmad Yani mengalungkan kain batik kepada penumpang perdana 2026 (foto: Angkasa Pura)

JAVANEWS.ID – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menutup tahun 2025 dan membuka tahun 2026 dengan dua momen simbolis: pelepasan penumpang terakhir dan penyambutan penumpang perdana.

Pada Rabu 31 Desember 2025cmalam, pesawat Batik Air ID6353 tujuan Jakarta menjadi penerbangan terakhir tahun 2025 dengan 88 penumpang.

Sebelum boarding, jajaran manajemen bandara bersama penumpang mengheningkan cipta sebagai bentuk empati atas bencana di sejumlah wilayah Indonesia.

Keesokan paginya, Kamis 1 Januari 2026 suasana hangat menyambut kedatangan 208 penumpang Lion Air JT543 dari Banjarmasin.

Seremonial dilakukan dengan pengalungan kain batik dan pemberian souvenir sebagai ucapan selamat datang.

General Manager Bandara Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto menyebut tradisi ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus harapan baru.

“Kami berharap di tahun 2026 ini penerbangan dari dan menuju Semarang semakin meningkat,” ujarnya.

Pertumbuhan Signifikan Sepanjang 2025

  • Pergerakan penumpang: 2.365.513 (naik 5% dari 2024)
  • Pergerakan pesawat: 20.425 (naik 11% dari 2024)
  • Kargo: 23.721 ton (naik 25% dari 2024)

Rute penerbangan didominasi Jakarta (49,1%), disusul Banjarmasin, Pangkalanbun, Balikpapan, dan Bali.

Sepanjang 2025, sejumlah rute baru domestik dan internasional hadir di Bandara Ahmad Yani.

“Ini menunjukkan Semarang cukup potensial sebagai destinasi. Kami berharap makin banyak maskapai membuka penerbangan dari dan ke Semarang,” kata Sulistyo.