Berita  

Tak Sekadar Buruh, SDM Jawa Tengah Kini Dibidik Jadi Manajer di Jepang

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (kanan), saat menerima kunjungan kehormatan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, 23 Januari 2025 (foto: Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (kanan), saat menerima kunjungan kehormatan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, 23 Januari 2025 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jepang memasuki babak baru yang lebih prestisius.

Kolaborasi kedua pihak kini tidak lagi hanya fokus pada penempatan tenaga kerja tingkat operasional, melainkan mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) asal Jawa Tengah untuk menduduki posisi manajerial di perusahaan-perusahaan Jepang.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai menerima kunjungan kehormatan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 23 Januari 2026.

“Pemerintah Prefektur Kagawa sangat tertarik dengan SDM kita. Bahkan, mereka berharap pekerja dari Jateng tidak hanya bekerja dalam jangka waktu tertentu, tetapi dilatih untuk menjadi head manager di perusahaan-perusahaan Jepang,” ujar Gus Yasin mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Gus Yasin menilai, tawaran posisi manajerial ini merupakan pengakuan dunia internasional terhadap etos kerja warga Jawa Tengah. Ini menjadi bukti transisi dari pola lama “pengiriman buruh” menjadi pengembangan SDM berkelanjutan.

Provinsi Jawa Tengah sendiri memiliki modal besar dengan menghasilkan sekitar 245 ribu lulusan SMK setiap tahunnya. Bidang keahlian yang dimiliki pun sangat relevan dengan industri global, mulai dari manufaktur, otomotif, pertanian modern, hingga keperawatan lansia (kaigo).

“Kami terus melakukan standarisasi kompetensi dan penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi agar lulusan kita siap pakai di industri global,” tambahnya.

Data menunjukkan antusiasme dan kepercayaan Jepang terhadap tenaga kerja Jateng terus tumbuh:

  • Tahun 2024: 3.760 PMI asal Jateng bekerja di Jepang.
  • Tahun 2025: 5.712 PMI (Meningkat 52%).

Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, memberikan apresiasi tinggi bagi 4.000 warga Indonesia yang saat ini sudah bekerja di wilayahnya.

Ia berkomitmen menjamin keamanan, kenyamanan, serta memberikan dukungan pelatihan bahasa Jepang bagi para pekerja.

Selain mengirim tenaga kerja, Pemprov Jateng aktif merayu investor Jepang untuk membuka pabrik di dalam negeri. Strategi ini bertujuan agar warga Jateng tidak harus ke luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan berkualitas.

Jepang saat ini menduduki peringkat ketiga investor terbesar di Jawa Tengah dengan total investasi mencapai Rp24,216 triliun (2021–2025). Sebaran investasinya mencakup wilayah strategis seperti Batang, Jepara, Semarang, Pemalang, dan Kendal.

“Kami sudah siapkan kemudahan lewat sistem OSS berbasis risiko, tax holiday, hingga insentif fiskal lainnya bagi industri Jepang yang masuk ke Jateng,” tegas Gus Yasin.

Menyambut peluang ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng mulai bergerak cepat. Sekretaris Disdikbud Jateng, Syamsudin Isnaeni, menyatakan akan memperkuat pelatihan bahasa Jepang di tingkat SMK melalui program Go Global.

“Kuncinya adalah penguasaan bahasa. Kami akan mengidentifikasi siswa yang memiliki minat kuat dan dukungan orang tua untuk berkarier di Jepang sejak di bangku sekolah,” pungkas Syamsudin.