JAVANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Batang kini tampil dengan wajah baru dalam setiap rapat resmi. Tidak ada lagi botol air mineral plastik di meja peserta.
Sebagai gantinya, para pegawai membawa tumbler pribadi, sesuai kebijakan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
Faiz menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar penghematan anggaran, melainkan langkah nyata membangun budaya birokrasi yang lebih sederhana dan ramah lingkungan.
“Di luar negeri, rapat pejabat tinggi pun hanya ditemani kudapan ringan dan air dari dispenser. Kita bisa meniru kesederhanaan itu,” ujarnya.
Selain efisiensi, Faiz menyoroti banyaknya air kemasan yang terbuang sebelum habis diminum. Dengan adanya dispenser, peserta bisa mengambil air sesuai kebutuhan tanpa menghasilkan sampah plastik sekali pakai.
Meski sempat ada adaptasi di awal, kini kebiasaan membawa tumbler mulai diterima. Faiz menekankan bahwa gengsi soal bentuk botol bukanlah masalah utama.
“Yang penting fasilitas tersedia. Soal botolnya seperti apa, itu urusan masing-masing,” tegasnya.
Kebijakan ini mendapat dukungan DPRD Batang. Wakil Ketua DPRD, Beny Abidin, menyebut langkah tersebut sebagai contoh teladan dari pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus efisiensi anggaran.
“Sangat bagus sekali. Mengurangi sampah, yang di Kabupaten Batang ini memang menjadi persoalan penting. Selain itu juga efisiensi anggaran,” katanya.
Dengan kebijakan ini, Pemkab Batang tidak hanya menghemat biaya rapat, tetapi juga menanamkan budaya baru: birokrasi yang sederhana, hemat, dan peduli lingkungan.












