Berita  

Tahun Kuda Api, Semarang Sambut Imlek dan Ramadan dengan Semangat Damai

Imlek dan Ramadan datang berdampingan (foto: Pemkot Semarang)
Imlek dan Ramadan datang berdampingan (foto: Pemkot Semarang)

JAVANEWS.ID – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Februari 2026 menjadi momen istimewa bagi warga Kota Semarang.

Tahun ini, Imlek berdekatan dengan bulan suci Ramadan, menghadirkan suasana unik di mana dua tradisi besar masyarakat Tionghoa dan Muslim berlangsung hampir bersamaan dalam satu ruang kota.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan harapan agar momentum ini membawa keberkahan bagi seluruh warga.

“Tahun Kuda Api mudah-mudahan membawa rezeki lebih banyak, kesejahteraan, dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.

Agustina menekankan bahwa berdekatan antara Imlek dan Ramadan menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi.

“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi momen di mana toleransi di Kota Semarang semakin menguat,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat akan melihat simbol-simbol budaya yang saling berdampingan.

“Nanti akan kita lihat ada simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadan,” ungkapnya.

Semarang memang dikenal dengan tradisi besar yang selalu dinantikan.

Pada Imlek, kawasan Sam Poo Kong menjadi pusat kegiatan budaya melalui agenda Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung 14–17 Februari 2026.

Sementara itu, menjelang Ramadan, Semarang menggelar tradisi khas Dugderan, berupa karnaval budaya yang ditandai dengan pemukulan bedug dan pembacaan suhuf halaqoh sebagai simbol datangnya bulan suci. Karnaval Dugderan tahun ini akan digelar Senin, 16 Februari 2026.

Agustina menyebut rangkaian tradisi berurutan ini akan menjadi momen kebahagiaan bersama.

“Habis Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, terus ada Dugderan karnaval. Wah seru tuh, siapapun yang hadir di Kota Semarang pasti akan merasakan kebahagiaan yang lebih dari sebelumnya,” tuturnya.

Dengan hadirnya dua tradisi besar secara berdekatan, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat harmoni, toleransi, dan persaudaraan antarwarga semakin kuat, menjadikan Semarang sebagai kota damai, inklusif, dan penuh kebersamaan.