Berita  

Rembang Miliki 31 Desa Tangguh Bencana, Target 100 Destana 2026

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati (Pemkab Rembang)
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati (Pemkab Rembang)

JAVANEWS.ID – Hingga akhir 2025, sebanyak 31 Desa Tangguh Bencana (Destana) telah terbentuk di Kabupaten Rembang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati menyampaikan bahwa keberadaan Destana memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi dan menangani bencana alam secara mandiri di tingkat desa.

Kehadiran Destana mendorong peningkatan kesadaran, kesiapsiagaan, serta peran aktif warga dalam pengurangan risiko bencana.

“Alhamdulillah, desa yang sudah terbentuk Destana secara mandiri mampu menyelesaikan kejadian bencana di wilayahnya. Mereka biasanya melaporkan bahwa telah terjadi longsor atau bencana lain, namun penanganan sudah dilakukan melalui kerja bakti warga,” ujar Sri Jarwati yang akrab disapa Anjar, Senin 19 Januari 2026.

Program Destana di Rembang dimulai sejak 2018 dengan Desa Bendo, Kecamatan Sluke, sebagai perintis. Pada 2020, BPBD Provinsi Jawa Tengah membentuk Destana di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Bulu.

Tahun 2022, sebanyak 12 desa ditetapkan sebagai Destana, meliputi Desa Dowan (Gunem), Bitingan (Sale), Johogunung (Pancur), Manggar (Sluke), Lemah Putih (Sedan), tiga desa di Kecamatan Sumber, serta empat desa di Kecamatan Kaliori.

Pembentukan berlanjut pada 2023 dengan 12 desa baru, termasuk Desa Criwik dan Banyuurip di Pancur, serta desa-desa lain hasil kolaborasi BPBD kabupaten dan provinsi.

Tahun 2024, Destana dibentuk di Desa Dadapan (Sedan) dan Sale (Sale). Sementara pada 2025, dua desa baru yakni Leran (Sluke) dan Sendangmulyo (Lasem) ditetapkan sebagai Destana, ditambah Desa Punjulharjo (Rembang) yang menjadi Destana Mandiri karena dibentuk langsung oleh pemerintah desa.

Anjar menambahkan, percepatan pembentukan Destana terus dilakukan untuk memenuhi target 100 desa tangguh sesuai RPJMD. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025, sebanyak 130 dari 199 desa rawan bencana di Rembang akan diarahkan membentuk Destana secara mandiri.

“Harapannya, semakin banyak desa yang tangguh, semakin kecil dampak bencana yang ditimbulkan,” pungkasnya.