JAVANEWS.ID – Di tengah genangan rob yang bertahun-tahun menghantui pesisir Demak, sebuah terobosan lahir di Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meresmikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS), proyek percontohan yang mengubah cara penanganan banjir rob: dari boros energi menjadi ramah lingkungan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, PATS bukan sekadar pompa, melainkan model baru penanganan rob berbasis energi terbarukan.
“Kalau hanya pompa, itu solusi pertama. Tapi kita juga harus berpikir jangka panjang,” ujarnya.
Pompa ini bekerja dengan sistem hibrid: siang hari digerakkan panel surya, malam otomatis beralih ke listrik PLN.
Dengan 74 panel berkapasitas total 66 kiloWatt peak, pompa mampu mengalirkan air hingga 125 liter per detik per unit.
Kepala Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyebut biaya operasional turun drastis.
“Kalau pakai BBM bisa jutaan rupiah per bulan. Dengan tenaga surya, estimasi hanya sekitar Rp 1,5 juta per bulan,” jelasnya.
Bupati Demak Esti’anah menyambut PATS sebagai “angin segar” bagi warganya. Selama ini, pompa berbahan bakar minyak kerap terkendala biaya.
“Dengan tenaga surya, ini jadi solusi efektif. Kami berharap bisa direplikasi di titik rawan rob lainnya,” katanya.
Lebih dari sekadar infrastruktur, PATS menjadi simbol keberanian mencoba cara baru, berdamai dengan alam melalui energi bersih, hemat, dan berkelanjutan.












