Berita  

Pemudik Disarankan Berangkat Pagi-Siang untuk Hindari Hujan

ilustrasi cuaca ekstrem (pixabay/ rachmadrinaldie)
ilustrasi cuaca ekstrem (pixabay/ rachmadrinaldie)

JAVANEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan cuaca di Jawa Tengah selama periode mudik Lebaran 2026 relatif aman.

Meski demikian, pemudik tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur pegunungan dan dataran tinggi.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo menyebut Jawa Tengah telah melewati puncak musim hujan.

“Secara umum hujan yang terjadi ringan hingga sedang, meskipun sesekali bisa cukup deras dengan durasi singkat,” ujarnya, Kamis 19 Maret 2026.

Menurut Yoga, kondisi cuaca relatif merata di Pantura, wilayah selatan, maupun kawasan pegunungan. Namun, jalur pegunungan tetap memiliki potensi hujan lebih tinggi.

“Untuk wilayah Pantura, tengah, dan selatan relatif aman. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan saat melintasi jalur pegunungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada masa peralihan musim, hujan biasanya terjadi siang hingga sore hari. Karena itu, pemudik disarankan mengatur perjalanan lebih awal.

“Jika berkendara pada pagi hingga siang hari, relatif lebih aman karena peluang hujan meningkat menjelang sore,” katanya.

Selain pemudik, masyarakat yang berencana berwisata juga diminta memperhatikan kondisi cuaca, terutama di kawasan wisata alam dan bantaran sungai.

BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal di daerah wisata air.

BMKG juga mendorong masyarakat aktif memantau prakiraan cuaca terkini melalui platform resmi, seperti Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat, Inasiam untuk penerbangan, dan Inawis untuk aktivitas maritim.

“Platform ini bisa diakses lewat website tanpa harus mengunduh aplikasi, sehingga memudahkan masyarakat memperoleh informasi cuaca secara cepat,” tandas Yoga.