Berita  

Pantura Kudus–Semarang Macet, Polisi Siapkan Jalur Alternatif dan Contraflow

ilustrasi macet (pixabay)
ilustrasi macet (pixabay)

JAVANEWS.ID – Arus lalu lintas di jalur Pantura Kudus–Semarang diperkirakan mengalami kepadatan mulai pekan ini.

Hal tersebut terjadi karena adanya proyek perbaikan jalan di wilayah Trengguli, tepatnya pada ruas KM 30+750 hingga KM 34+800. Pekerjaan perbaikan dimulai sejak Senin 5 Januari 2026 dan dijadwalkan selesai pada 15 Maret 2026.

Satlantas Polres Demak telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.

Untuk kendaraan roda empat, khususnya mobil pribadi, tersedia dua jalur alternatif menuju Semarang.

Pertama, melalui pertigaan Pasar Gajah dengan rute Gajah – Dempet – Wonosalam.

Kedua, melalui pertigaan Kuncir Trengguli dengan rute Kuncir – Mojo – Pertigaan Ndemung.

Selain pengalihan arus, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow. Rekayasa ini akan diberlakukan secara situasional pada jam-jam tertentu, yakni pagi (08.00–10.00 WIB), siang (12.00–14.00 WIB), sore (16.00–18.00 WIB), dan malam (20.00–22.00 WIB).

Contraflow akan diaktifkan bila terjadi kepadatan di sekitar lokasi pekerjaan.

Kasatlantas Polres Demak, AKP Thoriq Aziz, menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pengguna jalan.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Perlu kerja sama seluruh pengguna jalan demi kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Dengan adanya proyek perbaikan ini, pengguna jalan diharapkan lebih bijak memilih jalur perjalanan.

Pengendara yang terbiasa melintas di jalur utama Pantura disarankan mempertimbangkan jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan panjang. Satlantas juga mengingatkan agar masyarakat menyiapkan waktu perjalanan lebih awal.

Langkah antisipasi ini diharapkan mampu mengurangi dampak kepadatan lalu lintas selama masa perbaikan berlangsung.

Pemerintah menargetkan kondisi jalan yang lebih baik dan aman setelah proyek selesai. Dengan begitu, arus transportasi di jalur Pantura Kudus–Semarang dapat kembali lancar dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.