Berita  

Mahasiswa KKN UGM Dampingi Ibu-Ibu PKK Rembang Kelola Sampah Organik

Mahasiswa UGM bersama ibu-ibu PKK Desa Banyuurip praktik membuat komposter sederhana (foto: Pemprov Jateng)
Mahasiswa UGM bersama ibu-ibu PKK Desa Banyuurip praktik membuat komposter sederhana (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Bau sampah organik yang selama ini menjadi keluhan warga Desa Banyuurip, Rembang, kini mulai teratasi berkat sentuhan ide kreatif mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka memperkenalkan komposter sederhana yang bisa mengubah sampah rumah tangga menjadi pupuk cair.

Ammar, salah satu mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa komposter dibuat dari ember bekas dengan biaya murah dan mudah dipraktikkan.

“Kami ingin sampah tidak lagi jadi masalah, tapi justru memberi manfaat,” katanya saat ditemui di Balai Desa, Rabu 4 Februari 2026.

Prosesnya pun sederhana: sampah kering diletakkan di dasar ember, lalu ditumpuk dengan sampah basah.

Setiap tiga hari sekali, sampah diaduk dan ditambahkan bioaktivator seperti EM4, molase, atau gula merah. Dalam waktu dua minggu hingga sebulan, hasilnya bisa dipanen menjadi pupuk cair melalui keran di bagian bawah ember.

Ibu-ibu PKK yang ikut praktik terlihat antusias. Mereka menyadari bahwa metode ini bisa diterapkan langsung di rumah masing-masing, tanpa perlu biaya besar.

“Kami senang, ternyata mudah sekali membuatnya,” ujar salah seorang peserta.

Pemerintah Kabupaten Rembang menyambut baik inovasi ini. Kepala Bidang Litbang Bappeda, Sumadi, menilai program mahasiswa UGM tepat sasaran.

“Dengan teknologi sederhana, masyarakat bisa mengatasi masalah sampah sekaligus mendapatkan pupuk untuk tanaman,” ujarnya.

Selain komposter, mahasiswa KKN UGM juga menggelar program lain, mulai dari pembuatan tepung mokaf, mitigasi bencana di sekolah, hingga sosialisasi antibullying. Semua kegiatan diarahkan untuk menggali potensi desa sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.