Liga 4 Ricuh, PSSI Evaluasi dan Siapkan Regulasi Baru

PSSI ( foto: PSSI)
PSSI ( foto: PSSI)

JAVANEWS.ID – Dua insiden brutal yang terjadi di kompetisi Liga 4 musim 2025/2026 memicu kehebohan publik dan sorotan tajam di media sosial.

Peristiwa tersebut akhirnya membuat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar rapat darurat bersama PSSI Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Insiden pertama terjadi pada laga Persikaba Blora vs PSIR Rembang di Stadion Krida, Jawa Tengah, Rabu 21 Januari 2026.

Dalam pertandingan itu, seorang pemain Persikaba ditendang keras di bagian dada oleh kiper PSIR. Aksi tersebut viral dan menuai kecaman luas.

Peristiwa serupa juga terjadi di Jawa Timur, saat PS Putra Jaya menghadapi Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin 5 Januari 2025.

Tindakan tidak sportif pemain kembali menjadi sorotan publik dan memperburuk citra kompetisi.

Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan, insiden ini tidak bisa dianggap persoalan lokal semata.

“Akibat tindakan sejumlah pemain, media sosial ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” ujarnya.

PSSI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penambahan regulasi Liga 4. Sanksi tidak hanya akan dijatuhkan kepada pemain, tetapi juga pelatih, manajer, ofisial, bahkan klub.

Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menambahkan, setiap kejadian di level daerah tetap dipersepsikan sebagai wajah sepak bola Indonesia.

“Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi akan dinilai sebagai bagian dari sepak bola Indonesia,” katanya.

Dengan langkah darurat ini, PSSI berkomitmen menyelamatkan citra sepak bola nasional dan memastikan kompetisi berjalan dengan menjunjung sportivitas, fair play, serta keselamatan semua pihak.