Liga 4 Jatim Diwarnai Tendangan Kungfu, PS Putra Jaya Langsung Pecat Hilmi Gimnastiar

Aksi tendangan kungfu Hilmi Gimnastiar 5 Januari 2026 di Liga 4 Jatim
Aksi tendangan kungfu Hilmi Gimnastiar 5 Januari 2026 di Liga 4 Jatim

JAVANEWS.ID – Pertandingan babak 32 besar Liga 4 PSSI Jawa Timur di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin 5 Januari 2026, tercoreng oleh aksi brutal pemain PS Putra Jaya, Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.

Ia menendang lawan, Firman Nugraha dari Perseta 1970 Tulungagung, dengan gerakan yang disebut menyerupai “kungfu kick”.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyesalkan tindakan tersebut. Menurutnya, tendangan itu jelas disengaja untuk mencederai lawan.

“Hukuman berat layak dijatuhkan. Ini pelajaran bagi semua pemain agar bermain sewajarnya,” tegas Ferry.

Tak menunggu lama, manajemen PS Putra Jaya langsung memutus kontrak Hilmi. Pengumuman resmi disampaikan melalui akun media sosial klub pada Senin malam.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P, klub menyatakan tindakan Hilmi tidak sesuai asas fair play dan meminta maaf kepada Perseta 1970.

Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin, menilai pelanggaran itu sangat serius. Ia menekankan bahwa keselamatan atlet adalah hal utama dalam olahraga, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022.

“Pertandingan bisa ditunda atau dibatalkan jika keselamatan atlet terancam. Itu sudah diatur jelas dalam undang-undang,” kata Umar.

Ia menambahkan, Kode Disiplin PSSI menjadi dasar untuk menjatuhkan sanksi tegas agar tindakan brutal tidak terulang. “Sepak bola harus berkembang dengan sehat. Pihak yang mengancam atmosfer kondusif mesti ditertibkan dengan teguran, denda, atau sanksi,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sportivitas dan keselamatan dalam sepak bola. Klub, federasi, dan pemain diharapkan menjadikan insiden ini sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap fair play.