JAVANEWS.ID – Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Pekalongan resmi meluncurkan program pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Inovasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong keterlibatan pelajar dalam mengatasi persoalan sampah nasional.
KomProMi menggunakan metode Bokashi Composting yang cepat, higienis, tanpa bau, dan tanpa emisi. Menariknya, program ini sudah dijalankan sebelum Presiden Prabowo menyampaikan seruan gerakan kolektif berbasis pendidikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, 2 Februari 2026.
Kepala MAN IC Pekalongan, Khoirul Anam, mengapresiasi semangat siswanya.
“Kami bangga anak-anak punya ide dan melakukannya dalam aksi nyata, termasuk mencari sponsor, di tengah kesibukan belajar dan persiapan kuliah,” ujarnya, Selasa 3 Februari 2026.
Program ini diketuai Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa kelas XII, dengan melibatkan lebih dari 50 relawan. KomProMi mengintegrasikan pendekatan eko-teologi dan ekonomi sirkular, menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi kesadaran ekologis.
Rayyan menjelaskan, nama KomProMi merujuk pada konsep keseimbangan dalam Al-Qur’an (QS. Ar-Rahman: 7–9).
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi,” tegasnya.
Selain sistem pengolahan sampah makanan di sekolah, KomProMi juga menggelar edukasi, kampanye visual, dan seminar lingkungan berbasis nilai keislaman.
Sampah makanan diolah melalui fermentasi anaerobik selama 10–14 hari hingga menjadi kompos untuk penghijauan sekolah dan urban farming.
Khoirul Anam menambahkan, Rayyan adalah sosok inspiratif. Ia pernah terlibat riset limbah batik, menjadi pembicara forum internasional eko-teologi, alumni pertukaran pelajar Finlandia 2024/2025, dan kini telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari enam universitas luar negeri bergengsi di jurusan Teknik Lingkungan.












