JAVANEWS.ID – Posyandu Plus Anggrek XV di Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta, kini menjadi sorotan berkat layanan konseling kesehatan mental bagi generasi muda.
Program unggulan ini melengkapi enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang diterapkan di Posyandu Plus.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi inovasi tersebut saat berkunjung ke Taman Cerdas Gilingan. Ia berharap layanan Posyandu di Surakarta bisa diadopsi oleh kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.
“Saya berharap layanan Posyandu yang ada di Kota Surakarta bisa diadopsi di kabupaten lain, di kota lain,” ujar Gus Yasin.
Dalam kunjungan itu, Gus Yasin bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin meninjau langsung para psikolog yang memberikan bimbingan konseling kepada pasien. Mereka memastikan implementasi enam SPM berjalan sesuai standar.
Gus Yasin menilai langkah TP Posyandu Surakarta menggandeng psikolog profesional dari rumah sakit daerah sudah tepat. Hal ini penting untuk menjawab persoalan serius kesehatan mental, terutama di tengah maraknya kasus bullying dan kekerasan.
Selain Posyandu Plus, Pemprov Jateng juga menggagas program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menyediakan layanan konseling bagi siswa sekolah.
“Kami memberi pendampingan agar mereka bisa keluar dari permasalahannya, jangan sampai bunuh diri terjadi sebelum kita tangani,” tegasnya.
Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin, menambahkan bahwa layanan konseling relevan dengan kebutuhan generasi muda yang rentan mengalami masalah mental.
Ia mendorong Posyandu di seluruh Jateng untuk bertransformasi dengan mengimplementasikan enam SPM, termasuk menghadirkan layanan PAUD, pojok baca, dan literasi digital.
Ketua TP Posyandu Kota Surakarta, Venessa Winastesia, mengungkapkan bahwa gagasan Posyandu Plus lahir dari keprihatinan atas maraknya kasus bunuh diri di kalangan remaja.
Pada 2025, sebanyak 6.000 warga Surakarta mengikuti skrining kesehatan mental, dengan 9 persen di antaranya dirujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.
“Harapannya ke depan nanti kita juga akan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bullying,” ujar Venessa.
Dengan inovasi ini, Posyandu Plus Surakarta tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan dasar, tetapi juga pionir dalam penanganan kesehatan mental generasi muda.












