JAVANEWS.ID – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong pengembangan kampung tematik berbasis UMKM kuliner dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kampung Mangut, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat 9 Januari 2026.
Kampung Mangut Bandarharjo dikenal sebagai sentra produksi mangut, kuliner khas Semarang berbahan ikan asap. Aktivitas produksi dilakukan setiap hari oleh warga, sehingga berpotensi menimbulkan limbah cair.
Untuk mengantisipasi dampak lingkungan, Pemkot Semarang membangun IPAL komunal yang berfungsi mengolah limbah sebelum dibuang ke saluran umum.
“Bandarharjo ini adalah contoh bagaimana kampung tematik bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi warga. Namun pertumbuhan itu harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik. IPAL ini hadir untuk memastikan produksi mangut tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan,” ujar Agustina.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola IPAL secara bersama-sama.
Menurutnya, keberhasilan infrastruktur lingkungan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga kesadaran warga dalam merawat dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Pemkot Semarang berkomitmen terus meningkatkan kualitas kampung tematik, khususnya yang berbasis UMKM dan kuliner, dengan melengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi, pengolahan limbah, dan penataan lingkungan.
Harapannya, IPAL Kampung Mangut dapat menjadi contoh bagi sentra UMKM lain agar kualitas lingkungan tetap terjaga dan daya saing produk lokal semakin meningkat.












