JAVANEWS.ID – Komisi Informasi (KI) Pusat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas komitmennya dalam keterbukaan informasi publik.
Ketua KI Pusat, Donny Yoesgiantoro, menilai langkah yang ditunjukkan Gubernur Ahmad Luthfi menjadi bukti nyata bahwa birokrasi di Jateng berorientasi pada transparansi.
“Pimpinannya sudah memberikan atensi. Gubernur Jawa Tengah hadir untuk keterbukaan informasi publik. Ini yang harus diketahui masyarakat bahwa nanti informasi di Jawa Tengah akan terbuka,” ujar Donny usai Malam Penganugerahan Informasi Publik 2025 di Hotel Patra Semarang, Senin 15 Desember 2025.
Donny menekankan peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai garda depan pelayanan informasi. Ia bahkan menantang Jateng untuk naik peringkat dari posisi empat menjadi nomor satu nasional.
Tantangan itu, katanya, bukan sekadar soal ranking, melainkan implementasi nyata di lapangan.
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut tantangan tersebut dengan semangat. Ia menegaskan bahwa seluruh ASN Pemprov Jateng memiliki fungsi sebagai PPID.
“ASN membawa misi bahwa dia mempunyai fungsi humas, fungsi PPID, dan mempunyai fungsi untuk menceritakan apa yang telah dia kerjakan di dinasnya,” tegasnya.
Menurut Luthfi, keterbukaan informasi adalah kunci membangun kepercayaan publik.
“Sejatinya birokrasi kita adalah birokrasi melayani, bukan untuk dilayani,” tambahnya.
Ketua KI Jateng, Indra Ashoka Mahendrayana, menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban normatif, melainkan fondasi penting dalam membangun kebijakan publik yang berdampak.
Tahun ini, KI Jateng memberikan penghargaan kepada 82 badan publik yang meraih predikat informatif, mulai dari kabupaten/kota, SKPD, RSUD, hingga BUMD.
Beberapa instansi Pemprov Jateng mencatat skor tinggi, di antaranya Dinas Kesehatan (99,4%), Badan Pengembangan SDM (98,8%), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (97,64%). Dua BUMD terbaik adalah PT SPJT dan PT Jamkrida Jateng.
Dengan capaian ini, Jawa Tengah semakin mantap menatap target menjadi provinsi paling informatif di Indonesia.












