JAVANEWS.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya dibaca dalam ritual ibadah, tetapi juga berperan sebagai penyejuk hati dan penguat kehidupan sosial masyarakat.
Hal itu disampaikan Gus Yasin saat menghadiri Haul KH. M. Sa’ied Bachruddin Khorol Jaza’ ke-27, Ny. Hj. Chimdati Elliya Bachiya ke-8, KH. Ahmad Mukhlis Chasani ke-3, serta Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Asma Chusna, Desa Kranji, Kabupaten Pekalongan, Sabtu 31 Januari 2026.
“Al-Qur’an itu ketika dibaca atau didengarkan, meskipun belum memahami seluruh maknanya, bisa mengubah hati. Menjauh darinya membuat hati keras, sementara kedekatan dengannya menumbuhkan ketenangan dan kepekaan sosial,” ujar Gus Yasin.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan apresiasi kepada 16 penghafal Al-Qur’an. Secara simbolis, bisyaroh diserahkan kepada lima tahfidz 30 juz, yakni Nadhief Attaftazani, Alya Naqowati Bahrya, Aliyatul Fudhla, Kamilatuz Zulfa, dan Iffi Chubaibata.
“Semoga ini menjadi keberkahan bagi kita semua. Pemerintah hadir sebagai bagian dari ikhtiar tersebut, termasuk memberikan apresiasi kepada mereka yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz,” tambahnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Asma Chusna, Zufar Mubarok, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur. Ia menilai Gus Yasin hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai tokoh pesantren.
“Guru kami, Wagub Taj Yasin. Tidak hanya sebagai Wakil Gubernur, beliau juga pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang,” kata Zufar.
Ia berharap kegiatan haul dan haflah akhirussanah membawa keberkahan serta menjadi amal saleh bagi semua pihak yang hadir.












