Berita  

Gus Yasin: Pendidikan Keagamaan Jadi Prioritas, Ribuan Madrasah dan Ponpes Dapat Hibah

akil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen saat menerima audiensi Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) di ruang kerjanya, Rabu 7 Januari 2026 (foto: Pemprov Jateng)
akil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen saat menerima audiensi Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) di ruang kerjanya, Rabu 7 Januari 2026 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mendukung pendidikan dan lembaga keagamaan, baik formal maupun nonformal.

Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 1.358 lembaga pendidikan di Jawa Tengah telah menerima hibah dari Pemprov.

Dalam audiensi bersama Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) pada Rabu, 7 Januari 2026, Gus Yasin menyampaikan bahwa penerima hibah tersebut meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta pondok pesantren.

Rombongan PGIN yang dipimpin Hadi Sutikno, guru madrasah asal Boyolali, menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan sarana dan prasarana madrasah.

Gus Yasin menegaskan bahwa masukan tersebut akan ditampung dan dikoordinasikan dengan lembaga terkait.

Namun, ia juga menekankan bahwa kewenangan Pemprov tetap harus menyesuaikan regulasi dan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, Pemprov pernah menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) untuk MA, tetapi kebijakan itu terhenti akibat pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD).

“Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan Kementerian Agama dalam hal pendataan. Sebab, berdasarkan catatan Pemprov, masih ada sekolah yang menerima bantuan meski tidak memenuhi syarat,” ujar Gus Yasin.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan bantuan tepat sasaran, sehingga madrasah dan pesantren yang benar-benar membutuhkan bisa memperoleh dukungan maksimal.

Dengan adanya komitmen ini, Pemprov Jateng ingin menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan tetap menjadi prioritas meski menghadapi keterbatasan fiskal.

Gus Yasin menutup pertemuan dengan pesan bahwa kolaborasi lintas lembaga adalah kunci untuk memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Tengah.