Berita  

Dari Kemiskinan Turun hingga Layanan Kesehatan Meluas, Jateng Tutup Tahun dengan Prestasi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin apel akhir tahun bersama jajaran ASN di Semarang, Senin 29 Desember 202). (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin apel akhir tahun bersama jajaran ASN di Semarang, Senin 29 Desember 202). (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menutup tahun 2025 dengan sederet capaian pembangunan yang dinilai signifikan. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, keberhasilan tersebut harus menjadi energi baru bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kinerja dan kesiapan menghadapi tantangan di tahun 2026.

Dalam apel pagi yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin 29 Desember 2025, Luthfi menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan, ASN, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja bersama.

“Sepuluh bulan yang kita lalui penuh kerja keras. Mari kita syukuri dengan meningkatkan kinerja dan kesiapan menghadapi tahun depan,” ujarnya.

Capaian 2025

  • Kemiskinan menurun: Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 9,58% menjadi 9,48%.
  • Ekonomi tumbuh: Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,37% (year on year), lebih tinggi dari rata-rata nasional.
  • Infrastruktur & perumahan: Program rumah tidak layak huni (RTLH) terealisasi sekitar 150 ribu unit.
  • Tenaga kerja: Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,66%, dengan investasi triwulan III mencapai Rp 66,1 triliun dan menyerap 326.462 tenaga kerja.
  • Pendidikan: Hak pendidikan dikembalikan kepada 1.100 anak putus sekolah, serta ribuan anak dari keluarga miskin difasilitasi bersekolah melalui program kemitraan.
  • Kesehatan: Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) menjangkau 738 desa di 388 kecamatan, melayani lebih dari 83 ribu jiwa.

Memasuki tahun baru, Luthfi menegaskan arah pembangunan Jawa Tengah akan dipusatkan pada ketahanan pangan. Infrastruktur yang dibangun sepanjang 2025 disebutnya sudah diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan hingga tingkat desa.

“Setiap kebijakan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jabatan tidak ada artinya jika tidak berdampak langsung,” tegasnya.

Di akhir amanat, ia mengimbau ASN merayakan pergantian tahun secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap daerah yang sedang dilanda bencana.