Berita  

Cuaca Ekstrem Ancam Panen, Jateng Dorong Asuransi Pertanian

ilustrasi cuaca ekstrem (pixabay/ rachmadrinaldie)
ilustrasi cuaca ekstrem (pixabay/ rachmadrinaldie)

JAVANEWS.ID – Ancaman gagal panen akibat hujan ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Tengah mendorong langkah cepat pemerintah provinsi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memerintahkan kepala daerah untuk segera mengajukan asuransi gagal panen sebagai bentuk mitigasi bencana pertanian.

Arahan tersebut disampaikan dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu 14 Januari 2026.

Menurut Luthfi, banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara telah menggenangi lahan pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Ia meminta pemerintah kabupaten segera melaporkan luas lahan terdampak kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, untuk proses pengajuan asuransi.

“Untuk Kudus, Pati, dan Jepara, saya minta segera diajukan terkait asuransi gagal panen,” tegasnya.

Gubernur menekankan bahwa cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan risiko yang tidak bisa dihindari, namun dampaknya dapat diminimalkan melalui mitigasi yang baik.

Ia juga meminta penguatan SOP penanganan bencana di tingkat kabupaten/kota, termasuk kesiapan status darurat, pembentukan satgas, penyediaan logistik, dan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan pencapaian target ketahanan pangan tidak bisa dilakukan pemerintah provinsi sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh kepala daerah. Target swasembada pangan Jawa Tengah pada 2026 mencakup produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).