Berita  

Bupati Eisti’anah Beberkan Tantangan Anggaran Demak 2027: Belanja Pegawai Tinggi, Dana Transfer Turun

Bupati Demak Eisti’anah saat memaparkan tantangan dan arah kebijakan pembangunan dalam Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 di Gedung Gradhika Bina Praja, Kamis 22 Januari 2026 (foto: Pemkab Demak)
Bupati Demak Eisti’anah saat memaparkan tantangan dan arah kebijakan pembangunan dalam Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 di Gedung Gradhika Bina Praja, Kamis 22 Januari 2026 (foto: Pemkab Demak)

JAVANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Demak mulai menyusun ancang-ancang pembangunan untuk tahun 2027.

Dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal RKPD Tahun 2027, Bupati Demak dr. Eisti’anah mengungkapkan sejumlah tantangan berat yang dihadapi daerah, mulai dari beban belanja pegawai hingga keterbatasan anggaran infrastruktur.

Bertempat di Gedung Gradhika Bina Praja, Kamis 22 Januari 2026, Bupati Eisti’anah menjelaskan bahwa pada tahun 2025, struktur APBD Demak masih sangat didominasi oleh belanja pegawai.

Hal ini berdampak pada ruang gerak pembangunan infrastruktur yang belum bisa maksimal sesuai harapan masyarakat.

Kondisi ini diperumit dengan tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat pada tahun 2026.

Menurut Bupati, banyaknya agenda nasional menyebabkan alokasi dana ke daerah tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

“Mandatory dari pusat yang wajib dilaksanakan daerah harus selaras dengan kebijakan provinsi. Ini tantangan tersendiri bagi Pemkab Demak. Kita harus kerja cepat, cerdas, dan berinovasi untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan baik,” tegas Eisti.

Ia berharap RKPD 2027 bukan sekadar seremonial rutin, melainkan mampu menyerap aspirasi riil masyarakat agar kebutuhan prioritas tidak terabaikan meskipun anggaran terbatas.

Di tengah tantangan anggaran, kabar baik datang dari sektor makro ekonomi. Kepala BPS Kabupaten Demak, Khomarudin, memaparkan bahwa Demak diuntungkan oleh posisi geografisnya yang dikelilingi kawasan industri strategis seperti Semarang, Kendal, dan Batang.

Data BPS menunjukkan tren penurunan angka pengangguran yang konsisten di Kabupaten Demak:

  • 2022: 6,11%
  • 2023: 5,38%
  • 2024: 4,75%
  • 2025: 4,58%

“Penurunan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh keberadaan kawasan industri yang menyerap banyak tenaga kerja lokal,” terang Khomarudin.

Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga melonjak tajam, mencapai 73,04 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2021 yang hanya sebesar 66,23 persen.

FKP RKPD 2027 kali ini mengusung tema “Menguatkan Sektor Unggulan Daerah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi”. Forum ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga perwakilan difabel dan forum anak, untuk memastikan pembangunan Demak yang inklusif.

Pemkab Demak berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas layanan publik sebagai prioritas utama, sembari mencari celah inovasi untuk mendanai proyek-proyek strategis di masa depan.