JAVANEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek untuk mengurangi dampak banjir yang melanda Kabupaten Pati sejak 9 Januari 2026.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyebutkan tiga strategi utama: peninggian tanggul, pemasangan tanggul karet di wilayah utara, serta pompanisasi untuk mempercepat pembuangan air.
“Yang pertama tanggulnya akan kita tinggikan. Yang kedua, di utara akan kita siapkan tanggul karet untuk menahan dorongan air rob. Ditambah pompanisasi agar air tetap bisa terbuang,” ujar Gus Yasin saat meninjau pengungsian banjir di Pati, Rabu 21 Januari 2026.
Menurutnya, penanganan dilakukan bertahap karena pembuangan air di satu titik bisa berdampak ke wilayah lain. Namun, prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan kawasan permukiman.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub meninjau tiga lokasi terdampak banjir: Posko Banjir & Dapur Umum di Aula Kecamatan Juwana, Balai Desa Doropayung, serta Balai Desa Bumirejo Juwana.
Ia memastikan dapur umum, logistik, dan layanan kesehatan berjalan baik. Bahkan, Gus Yasin bersama istrinya Hj Nawal Arafah Yasin sempat membantu memasak telur untuk dibagikan kepada pengungsi.
Berdasarkan data BPBD, banjir di Pati berdampak pada 77 desa dengan total 20.960 kepala keluarga atau 62.892 jiwa. Hingga 20 Januari 2026, tercatat masih ada 650 jiwa atau 200 KK yang mengungsi.
Selain itu, banjir merusak 44 titik infrastruktur seperti tanggul, talud, bendungan, dan jalan, serta merendam 1.300 hektare sawah.












