Berita  

Banjir di Empat Daerah, Pemprov Jateng Turunkan Bantuan Logistik dan Dapur Umum

ilustrasi bantuan untuk korban banjir (foto: Pemprov Jateng)
ilustrasi bantuan untuk korban banjir (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespons banjir yang melanda Kendal, Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan.

Bantuan logistik senilai ratusan juta rupiah langsung dikirim untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menyebut penyaluran bantuan dilakukan sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar pemerintah provinsi sigap hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.

“Bantuan kami salurkan tidak hanya untuk Kendal, tetapi juga Batang, Pemalang, dan Kota Pekalongan. Hari ini seluruhnya sudah kami dropping,” kata Imam.

Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing daerah serta ketersediaan stok logistik di kabupaten/kota.

  • Kabupaten Kendal menerima Rp 80.634.760
  • Kabupaten Batang Rp 131.964.010
  • Kabupaten Pemalang Rp 171.390.415
  • Kota Pekalongan Rp 65.130.491

Seluruh bantuan diserahkan kepada dinas sosial setempat untuk dikelola lebih lanjut. Bantuan meliputi makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga, kasur, selimut, family kit, hingga pakaian anak.

Selain itu, Pemprov Jateng mendirikan dapur umum di Kabupaten Pemalang dengan kapasitas produksi hingga 4.000 bungkus makanan per hari.

Masyarakat bersama relawan Tagana, Pramuka, dan unsur terkait juga mendirikan enam dapur umum mandiri. Hingga kini, belum ada laporan pengungsian di wilayah terdampak.

Mengantisipasi puncak musim hujan hingga Februari 2026, Imam menegaskan Pemprov Jateng telah menyiapkan langkah lanjutan.

“Logistik bantuan kami siapkan, baik dari APBD Jawa Tengah maupun dukungan Kementerian Sosial. Termasuk santunan bagi korban meninggal dunia dan rumah hanyut, sudah kami koordinasikan,” ungkapnya.

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemprov Jateng untuk hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, sekaligus menyiapkan antisipasi menghadapi musim hujan yang masih panjang.