Berita  

ASN Semarang Kini Dikelola dengan Sistem Manajemen Talenta

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menerima Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta dari Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakhrulloh 8 Januari 2026 (foto: Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menerima Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta dari Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakhrulloh 8 Januari 2026 (foto: Pemkot Semarang)

JAVANEWS.ID – Pemerintah Kota Semarang berhasil meraih Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakhrulloh, kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, dalam acara penandatanganan komitmen bersama pembangunan dan penerapan manajemen talenta di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis 8 Januari 2026.

Penghargaan tersebut menjadi penanda penting bahwa pengelolaan aparatur di Kota Semarang tidak lagi semata berbasis administrasi, melainkan berorientasi pada kualitas, integritas, dan keberlanjutan kepemimpinan.

Wali Kota Agustina menegaskan, masa depan kota ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan kebijakan.

“Kota yang besar membutuhkan birokrasi yang unggul. Manajemen talenta adalah cara kita menata manusia di balik sistem, agar setiap keputusan lahir dari kapasitas, bukan sekadar posisi,” ujarnya.

Agustina menambahkan, penghargaan dari BKN bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah untuk terus berbenah.

“Harapan kami, ke depan tata kelola SDM di Pemkot Semarang semakin kuat, semakin adil, dan benar-benar menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,” katanya.

Melalui penerapan manajemen talenta, pengembangan karier ASN kini berbasis pada pemetaan kompetensi, rekam kinerja, serta kesiapan kepemimpinan.

Reformasi ini diyakini akan melahirkan kebijakan yang lebih presisi dan pelayanan publik yang lebih responsif.

“Ketika aparatur ditempatkan sesuai kompetensinya, maka pelayanan publik akan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berkeadilan. Di situlah kepercayaan masyarakat tumbuh,” tegas Agustina.

Pemkot Semarang menyatakan komitmen untuk memperkuat sistem merit dan manajemen talenta, sejalan dengan kebijakan nasional serta arah pembangunan Jawa Tengah. Agustina menutup dengan ajakan agar manajemen talenta menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar regulasi.

“Kita sedang menanam hari ini untuk memanen masa depan. Dengan menata talenta, kita menjaga keberlanjutan Kota Semarang agar tetap melayani dengan hati, bekerja dengan profesional, dan memimpin dengan amanah,” pungkasnya.