JAVANEWS.ID – Dunia pendidikan kini makin akrab dengan teknologi digital. SMP Pangudi Luhur (PL) Domenico Savio (Domsav) Semarang pun tak mau ketinggalan.
Kepala Sekolah Domsav Semarang, Bruder Anton Parjana mengatakan pembelajaran digital penting karena memberi fleksibilitas, akses luas ke sumber belajar, metode pengajaran lebih variatif, hingga memudahkan guru dalam menilai dan memantau siswa.
Saat ini, kelas di Domsav masih memakai proyektor. Namun, cara ini mulai tertinggal dibandingkan Interactive Flat Panel (IFP) atau smart board.
Bruder Anton menegaskan, penggunaan teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar siswa bisa tumbuh jadi pribadi adaptif dan kompeten.
“Era digital tak bisa dihindari. IFP sangat penting untuk menunjang kualitas belajar di sekolah kami,” ujarnya.
Untuk tahun depan, pihak sekolah sudah mengajukan anggaran pembelian smart board. Keputusan akhir tetap menunggu persetujuan Yayasan Pangudi Luhur.
Domsav sendiri dikenal sebagai salah satu SMP terbaik di Semarang. Sejak berdiri tahun 1936, sekolah ini sudah menorehkan banyak prestasi. Bahkan, pada November–Desember 2025 saja, lemari trofi kembali penuh dengan medali emas dari berbagai ajang bergengsi.
Bidang Humas Domsav, F. Rudy Dwiwibawa menyebutkan sederet capaian siswa, mulai dari medali emas South East Asian Mathematical Olympiad (SEAMO), Olimpiade Sains Nasional 2025, Olimpiade Sains Prestasi Pelajar IPA SMP, IYSLO 2025 Bahasa Inggris, National Heroes Competition 2025, hingga Supernova Science and Innovation Competition.
Dengan prestasi yang terus mengalir, Domsav semakin mantap melangkah ke era digital, memadukan keunggulan akademik dengan inovasi teknologi pembelajaran.












