JAVANEWS.ID – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengeluarkan ultimatum keras agar tidak terjadi permainan harga maupun sumbatan distribusi pangan.
Penegasan itu disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) TPID, TP2DD, dan KERIS Jateng di Semarang, Rabu 11 Februari 2026, saat inflasi Jawa Tengah tercatat terkendali di angka 2,83 persen (yoy).
“Menjelang Lebaran saya tidak mau ada kenaikan harga yang tidak terkendali. Tidak boleh ada sumbatan distribusi, tidak boleh ada permainan harga. BUMD harus hadir,” tegas Luthfi.
Ia menekankan bahwa lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri berpotensi memicu kenaikan harga komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, beras, dan minyak goreng.
Karena itu, bupati dan wali kota diminta melakukan pengawasan ketat di wilayah masing-masing.
Untuk menjamin transparansi, Luthfi menginstruksikan pemasangan dashboard harga di pasar-pasar besar yang diperbarui secara berkala.
“Dashboard harga harus ada di pasar dan terus di-update. Biar masyarakat tahu dan tidak ada ruang untuk permainan harga,” ujarnya.
Selain pengendalian jangka pendek, Pemprov Jateng juga menekankan ketahanan pangan jangka panjang melalui percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Saat ini, sekitar 1,3 juta hektare lahan pertanian ditargetkan tetap terlindungi untuk menjaga kapasitas produksi.
“Produksi pangan harus kita tingkatkan, teknologi pertanian harus kita dorong, dan lahan pertanian wajib kita pertahankan,” tambahnya.
Di sisi lain, Luthfi menegaskan pentingnya investasi sebagai motor pembangunan. Sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 88,50 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 418.138 orang. Ia menekankan iklim investasi harus dijaga dengan perizinan cepat, mudah, dan transparan.
“Tidak boleh ada premanisme, tidak boleh ada pungli,” tegasnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Mohamad Noor Nugroho, menyebut inflasi Januari 2026 tercatat 2,83 persen (yoy) dengan deflasi 0,35 persen (mtm).
Deflasi ini didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau seiring masuknya masa panen. Namun, BI tetap mengingatkan risiko kenaikan harga pada momentum HBKN, terutama beras dan cabai.
Dengan kombinasi penguatan pasokan, kelancaran distribusi, serta pengawasan ketat pemerintah daerah, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga hingga puncak Lebaran 2026.












