Berita  

Jawa Tengah Fokus Swasembada Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC Bogor, 2 Februari 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC Bogor, 2 Februari 2026 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya mendukung penuh program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pengentasan kemiskinan, swasembada pangan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin 2 Februari 2026.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh kepala daerah untuk bersatu dan bekerja keras menghapus kemiskinan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan alam sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Jawa Tengah menetapkan arah pembangunan sebagai provinsi lumbung pangan nasional dengan target produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) dan jagung 3,7 juta ton pada 2026.

Strategi yang ditempuh meliputi peningkatan produktivitas, rehabilitasi irigasi, pengamanan produksi, hingga penguatan dukungan APBD sektor pertanian.

Selain sektor pangan, Jawa Tengah juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,37 persen pada triwulan III 2025, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Pemprov menargetkan peningkatan melalui penguatan sektor unggulan, kemandirian desa, pengendalian inflasi, dan ketahanan sumber daya alam.

“Semua bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Pasti kita dukung program prioritas Presiden,” tegas Wakil Gubernur Taj Yasin.

Dengan strategi tersebut, Jawa Tengah tak hanya memperkuat posisi sebagai penopang pangan nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.