Berita  

Jawa Tengah Targetkan Eliminasi TBC 2030 lewat Kolaborasi Komunitas

ilustrasi TBC (pixabay/Mohamed_hassan)
ilustrasi TBC (pixabay/Mohamed_hassan)

JAVANEWS.ID – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Namun, capaian pengendalian TBC di Jawa Tengah sepanjang 2025 menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data, penemuan kasus telah mencapai 84 persen dari target 90 persen. Sementara itu, penderita yang memulai pengobatan tercatat sebesar 94,7 persen, dengan angka kesembuhan mencapai 85 persen dari target 90 persen.

Angka ini menjadi pijakan penting untuk mengejar target eliminasi TBC pada 2030, sesuai agenda prioritas nasional.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat adalah faktor kunci dalam pengendalian TBC.

Peran komunitas dinilai mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke tingkat paling bawah.

Organisasi masyarakat seperti Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) berperan dalam:

  • Edukasi kesehatan kepada masyarakat
  • Penjaringan suspek TBC
  • Pendampingan pasien selama pengobatan
  • Pencegahan putus obat dan TBC resisten obat

Dengan adanya PPTI, diharapkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat semakin kuat sehingga target eliminasi TBC bisa dicapai lebih cepat.

Meski capaian cukup baik, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah menjaga kesinambungan pengobatan.

TBC tidak cukup hanya diobati sebagian, tetapi harus tuntas agar pasien benar-benar sembuh dan tidak menularkan kembali.

Selain itu, stigma sosial terhadap penderita TBC masih menjadi hambatan. Banyak pasien enggan memeriksakan diri karena takut dikucilkan. Edukasi publik menjadi penting untuk menghapus stigma ini.

Keberhasilan pengendalian TBC bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Masyarakat yang sehat akan lebih produktif, sehingga mendukung pembangunan daerah.

Untuk masyarakat, langkah pencegahan TBC dapat dilakukan dengan:

  1. Menjaga kebersihan lingkungan – rumah yang memiliki ventilasi baik dan pencahayaan cukup.
  2. Menggunakan masker – terutama di tempat umum atau saat berinteraksi dengan penderita TBC.
  3. Menjalani pola hidup sehat – konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan olahraga teratur.
  4. Tidak putus obat – bagi penderita TBC, pengobatan harus dijalani hingga tuntas sesuai anjuran tenaga kesehatan.