Berita  

Kondisi Mulai Surut, BPBD Tetap Siaga Hadapi Banjir Pekalongan

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyapa pengungsi banjir di Posko Masjid Al Huda, Pekalongan, Senin 19 Januari 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyapa pengungsi banjir di Posko Masjid Al Huda, Pekalongan, Senin 19 Januari 2026 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan kesehatan dan keselamatan warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan dalam kondisi aman.

Kepastian itu ia sampaikan saat meninjau Posko Banjir di Masjid Al Huda, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Senin 19 Januari 2026.

Begitu tiba di lokasi, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin langsung menyapa para pengungsi.

Perhatiannya tertuju pada sejumlah lansia yang tampak lemas. Ia segera meminta Dinas Kesehatan mengevakuasi dua lansia ke rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan medis intensif.

“Insyaallah hari ini juga langsung dievakuasi,” ujarnya.

Di Masjid Al Huda, sedikitnya 250 warga masih bertahan di pengungsian. Untuk memastikan kondisi tetap terpantau, Gus Yasin melakukan peninjauan dua kali, siang dan sore, sekaligus menambah petugas medis di posko.

“Yang utama adalah keselamatan dan kesehatan warga. Itu yang kami dahulukan,” tegasnya.

Selain layanan kesehatan, Wagub juga menekankan pentingnya distribusi logistik yang merata. Ia meminta relawan dan masyarakat berkoordinasi dengan BPBD serta Dinas Sosial agar bantuan tidak menumpuk di satu titik.

“Pembagiannya harus sesuai kebutuhan,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp182,2 juta berupa logistik makanan dan nonmakanan, satu ton beras, serta obat-obatan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Pekalongan, Muhammad Ali, menjelaskan banjir dipicu curah hujan tinggi yang membuat Sungai Bremi meluap. Ketinggian air sempat mencapai 130 sentimeter, memaksa ratusan warga mengungsi sejak Jumat 16 Januari 2026.

Kondisi kini mulai membaik. Pada Senin 19 Januari 2026, ketinggian air menurun seiring berkurangnya hujan dan pompanisasi.

“Sebagian besar pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, tetapi kami tetap siaga,” ujarnya.

Data BPBD mencatat banjir berdampak pada 2.362 KK atau 14.210 jiwa di tujuh desa pada lima kecamatan: Siwalan, Sragi, Tirto, Buaran, dan Wonokerto. Dari jumlah tersebut, 945 jiwa sempat mengungsi.