JAVANEWS.ID – Banjir yang merendam sawah di Kudus, Pati, Grobogan, hingga Jepara membuat petani cemas kehilangan hasil panen. Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan mereka tidak dibiarkan menanggung kerugian sendirian.
Klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sudah diajukan ke PT Jasindo, dan kini menunggu proses validasi sebelum ganti rugi disalurkan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut pendataan lahan terdampak rampung dan telah masuk ke sistem SIAP.
“Data sudah masuk ke Jasindo. Selanjutnya akan diverifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian,” ujarnya.
Di Kudus, lebih dari 300 hektare sawah siap panen terendam. Di Pati, luasnya bahkan mencapai 672 hektare.
Grobogan mencatat 83 hektare terdampak. Sementara Jepara, meski belum masuk skema AUTP, tetap akan mendapat bantuan benih dan pupuk agar petani bisa segera menanam ulang.
Gubernur Ahmad Luthfi sebelumnya menekankan pentingnya asuransi gagal panen sebagai tameng petani menghadapi cuaca ekstrem.
Tahun ini, Pemprov Jateng menyiapkan Rp1,8 miliar untuk melindungi lebih dari 10 ribu hektare sawah.
Langkah ini diharapkan menjaga ketahanan pangan Jateng tetap kokoh, meski alam kerap menguji dengan banjir dan iklim tak menentu.












