Berita  

Cuaca Ekstrem Gunung Slamet Hambat Evakuasi, Tim SAR Akhirnya Bawa Pulang Jenazah Ali

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki muda dari jurang di Gunung Slamet (foto: Basarnas Semarang)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki muda dari jurang di Gunung Slamet (foto: Basarnas Semarang)

JAVANEWS.ID – Perjalanan panjang pencarian pendaki muda Syafiq Ridhan Ali Razan atau Ali (18) akhirnya berakhir. Setelah hilang selama 16 hari di Gunung Slamet, siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang itu ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu, 13 Januari 2026 pagi sekitar pukul 10.49 WIB.

Lokasi penemuan berada di sekitar Pos 9 pendakian, tepat di dasar lereng sisi selatan, tak jauh dari batas vegetasi.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa jalur jatuhnya Ali bukanlah jalur pendakian awal via Basecamp Dipajaya, melainkan jalur turun menuju Basecamp Gunung Malang.

Namun, kabar penemuan jenazah tidak langsung diikuti dengan evakuasi. Cuaca buruk dan kabut tebal membuat tim SAR harus menunda proses demi keselamatan.

Baru pada Kamis 15 Januari 2026 pagi sekitar pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah dari kedalaman jurang 20 meter.

Evakuasi berlangsung penuh perjuangan. Tim SAR bahu membahu menuruni lereng curam, membawa tubuh Ali menuju Basecamp Gunung Malang. Cuaca cerah hari itu menjadi berkah, sehingga pada pukul 14.30 WIB jenazah berhasil tiba di basecamp.

“Alhamdulillah kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah dikenali. Untuk penyebab meninggalnya korban, pihak rumah sakit Goeteng Purbalingga yang akan merilisnya,” jelas Budiono.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim SAR gabungan yang tidak kenal lelah.

“Kami berterima kasih atas kerja keras tim SAR yang akhirnya bisa menemukan saudara Ali, apapun keadaannya, sehingga almarhum dapat dimakamkan secara layak oleh keluarga,” tutupnya.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pendaki tentang pentingnya persiapan, kewaspadaan, dan pemahaman jalur pendakian.

Gunung Slamet, sebagai gunung tertinggi di Jawa Tengah, menyimpan tantangan besar yang tidak bisa diremehkan.

Kini, Ali memang telah pulang dalam keadaan tak bernyawa, tetapi perjuangan tim SAR dan doa masyarakat memastikan ia kembali ke pelukan keluarga dengan penuh penghormatan.