Berita  

97 Persen Desa di Jateng Punya BUMDes, Gus Yasin Dorong Sinergi Koperasi

Acara Hari Desa Nasional 2026, Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu 14 Januari 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Acara Hari Desa Nasional 2026, Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu 14 Januari 2026 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi desa.

Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu 14 Januari 2026.

“Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kepala desa bisa fokus ke koperasi. Saya berharap lomba BUMDes ini juga menumbuhkan kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, ia menilai kolaborasi kelembagaan ekonomi desa dapat mempercepat pengentasan kemiskinan.

Dari 7.810 desa di Jawa Tengah, tercatat 97,25% sudah membentuk BUMDes, dengan 6.695 di antaranya telah melakukan input pemeringkatan. Namun, baru 2.985 BUMDes (38,22%) yang berbadan hukum.

“Sehingga memang perlu kita dorong,” tegasnya.

Momentum Hari Desa Nasional, lanjut Gus Yasin, menjadi pengingat pentingnya membangun ekonomi berbasis potensi lokal.

Ia juga menilai kegiatan tersebut memberi dampak langsung pada ekonomi Boyolali melalui meningkatnya pergerakan masyarakat dan aktivitas usaha.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menambahkan penguatan ekonomi desa harus dilakukan dengan langkah konkret, termasuk mendukung pelaku usaha agar naik kelas.

“Ini cara membangun dari desa untuk pertumbuhan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan,” ujarnya.

Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes, Tabrani, menegaskan pameran produk unggulan desa yang digelar menjadi wadah promosi dan penguatan ekosistem ekonomi desa. Lebih dari 90 UMKM ikut serta, termasuk BUMDes terbaik.