Berita  

Surplus Beras 30 Ribu Ton, Semarang Siapkan Panen 2 Kali Setahun

ilustrasi panen beras (pixabay/ zcf428526)
ilustrasi panen beras (pixabay/ zcf428526)

JAVANEWS.ID – Kabupaten Semarang berhasil mencatat surplus beras sebesar 30.575 ton pada 2025. Dari total produksi 131.013 ton, kebutuhan daerah hanya 100.438 ton.

Surplus ini menjadi bukti ketahanan pangan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti tele conference pengumuman swasembada beras nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Joglo Pasar Sawahan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Rabu 7 Januari 2026.

“Para petani bersama pemangku kepentingan diharapkan dapat mempertahankan hasil panen padi seperti tahun lalu,” ujar Ngesti.

Meski sempat menghadapi serangan hama tikus dan wereng di 643 hektare sawah, produktivitas tetap terjaga berkat bantuan bibit dan pupuk.

Untuk menjaga semangat petani, Pemkab memberikan stimulan berupa pembebasan PBB bagi yang gagal panen, serta potongan hingga 50 persen bagi yang berhasil sekali panen.

Langkah intensifikasi juga dilakukan, menaikkan produktivitas dari 7 ton menjadi 9 ton per hektare. Bantuan pupuk organik di Candirejo Tuntang serta pinjam pakai alsintan di 11 kecamatan, mulai dari transplanter, drone, hingga hand tractor, menjadi strategi utama.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, menambahkan bahwa sawah beririgasi akan didorong untuk meningkatkan intensitas panen dari sekali menjadi 1,5 hingga dua kali setahun.

Selain itu, Pemkab juga menyiapkan program perluasan lahan pertanian semi organik seluas 200 hektare dengan bantuan pupuk organik dan bibit padi Genjah, jenis padi yang bisa dipanen dalam 85 hari, lebih cepat dari waktu normal 120 hari.

“Dengan semi organik, kita tidak hanya mengejar kuantitas, tapi juga kualitas beras yang lebih sehat,” pungkas Edy.