JAVANEWS.ID – Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mencuat dan memicu perdebatan publik.
Anggota DPRD Kota Semarang, Herlambang Prabowo menilai mekanisme tersebut justru lebih sesuai dengan falsafah demokrasi Pancasila dibandingkan pilkada langsung.
Menurut Herlambang, baik pilkada langsung maupun tidak langsung sama-sama merupakan bentuk demokrasi.
Namun, jika ditilik dari sila keempat Pancasila, demokrasi perwakilan memiliki akar yang lebih kuat.
“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan menegaskan bahwa kedaulatan rakyat dijalankan melalui mekanisme perwakilan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa demokrasi Indonesia sejak awal tidak bertumpu pada voting semata, melainkan pada permusyawaratan yang mengedepankan kebijaksanaan dan mufakat.
Budaya voting yang mengandalkan suara terbanyak, menurutnya, lebih mencerminkan demokrasi liberal Barat.
“Budaya voting itu bukan inti dari demokrasi Pancasilais. Yang kita junjung tinggi adalah permusyawaratan perwakilan. Keputusan diambil dengan hikmat, bukan sekadar adu jumlah suara,” tegasnya.
Herlambang menjelaskan, sistem pemilihan melalui DPRD tidak menghapus suara rakyat, melainkan menyalurkannya melalui wakil rakyat yang telah dipilih dalam pemilu legislatif. Dengan demikian, rakyat tetap menjadi pemegang kedaulatan tertinggi.
Ia juga mengaitkan wacana ini dengan konsep checks and balances dalam demokrasi Indonesia, di mana kekuasaan dibagi ke dalam tiga cabang utama: legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
DPRD, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan kekuasaan tersebut.
Meski demikian, Herlambang mengakui bahwa wacana pilkada lewat DPRD perlu dibahas secara terbuka dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ia menilai perdebatan pro dan kontra merupakan bagian dari dinamika demokrasi.
“Yang terpenting, apa pun model pemilihannya, harus berpijak pada konstitusi dan nilai-nilai Pancasila. Jangan sampai kita kehilangan jati diri demokrasi Indonesia hanya karena mengikuti arus demokrasi liberal,” pungkasnya.












