Berita  

Kunjungan Gubernur Jateng Tegaskan Ikatan Budaya Jawa-Lampung

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi disambut hangat warga Desa Bagelen, Lampung, Rabu 7 Januari 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi disambut hangat warga Desa Bagelen, Lampung, Rabu 7 Januari 2026 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Nuansa Jawa begitu kental menyelimuti Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkunjung ke desa transmigran tersebut, Rabu 7 Januari 2026.

Disambut hangat layaknya keluarga sendiri, kunjungan ini menegaskan kuatnya ikatan sejarah dan sosiokultural antara Jawa Tengah dan Lampung yang telah terjalin lebih dari satu abad.

Sebagian besar penduduk Lampung merupakan suku Jawa dengan budaya yang mengakar kuat.

Bahasa, adat, hingga rasa kekeluargaan khas Jawa tumbuh dan membentuk wajah keragaman sosial masyarakat Lampung hingga kini.

Saat berdialog, warga menggunakan bahasa Jawa, membuat suasana seolah berada di kampung halaman Jawa Tengah.

Ikatan itu berakar sejak awal abad ke-20, ketika warga dari Kedu Selatan, Jawa Tengah, diberangkatkan ke Lampung melalui program kolonialisasi Hindia Belanda.

Mereka membuka hutan, mengolah lahan, dan membangun permukiman yang kemudian dikenal sebagai Desa Bagelen. Tradisi dan adat istiadat leluhur terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Warkim Prawiroatmojo, salah satu warga, menuturkan bahwa nama desa diambil dari wilayah asal leluhur mereka di Purworejo, sekaligus merujuk pada tokoh Nyi Bagelen. Ia bangga atas kehadiran Gubernur Jateng yang menyempatkan diri menyapa langsung warga desa.

“Kunjungan ini memiliki makna tersendiri karena tidak semua kepala daerah Jawa Tengah datang langsung ke desa transmigran,” ujarnya.

Warga lainnya, Tito, menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap keluarga besar masyarakat Jawa di perantauan. Ia berharap ke depan ada lebih banyak kerja sama, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan.

Gubernur Ahmad Luthfi mengaku bangga melihat perkembangan Desa Bagelen.

“Sekitar 60 persen warga Lampung berasal dari Jawa, terutama Jawa Tengah. Saya melihat warga transmigran di sini sudah makmur,” katanya.

Ia menegaskan bahwa desa adalah jati diri, dan mengajak warga menumbuhkan kebanggaan terhadap desanya sendiri. Ahmad Luthfi berharap Desa Bagelen terus berkembang menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja, sejahtera secara ekonomi, rukun dalam kehidupan sosial, serta lestari nilai budayanya.

“Mereka sudah membangun desa di Lampung. Jadi, di mana bumi dipijak, di situ langit kita junjung. Saya yakin masyarakat Jawa di sini sangat kompetitif dan memiliki semangat kekeluargaan yang kuat dengan masyarakat sekitar,” pungkasnya.