JAVANEWS.ID – Derasnya arus informasi digital menuntut generasi muda untuk lebih kritis dan cerdas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Budhi Sulistyawan menekankan pentingnya pemahaman algoritma media sosial agar pelajar tidak mudah terjebak informasi menyesatkan.
“Jika tidak pintar membaca algoritma dan memahami digital dengan baik, adik-adik bisa disesatkan oleh informasi,” ujarnya, Selasa 6 Januari 2026.
Pelatihan yang digelar Yayasan Aku Milenial Kreatif (AMK) Kecapi ini mendapat apresiasi karena sejalan dengan karakter masyarakat Jepara yang dikenal kreatif dan inovatif. Potensi tersebut, menurut Budhi, perlu diarahkan agar relevan dengan kebutuhan era digital sekaligus bernilai ekonomi.
Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menyiapkan talenta digital daerah.
Ia menilai sinergi antara sekolah, komunitas, dan dunia usaha akan memperkuat daya saing sumber daya manusia Jepara di masa depan.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap lahir generasi muda Jepara yang kompeten dan mampu bersaing di era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan AMK Muhamad Andryan menjelaskan bahwa pelatihan dirancang berbasis praktik.
Peserta mendapatkan materi videografi, desain grafis, dan digital marketing. Ia berharap keterampilan tersebut dapat langsung diaplikasikan ke dunia kerja maupun wirausaha.
Dengan bekal keterampilan digital, para pelajar diharapkan tidak hanya mampu memilah informasi secara kritis, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Pelatihan ini menjadi langkah nyata Jepara dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan era digital.












