Berita  

Tradisi Polres Semarang: Naik Pangkat Diwajibkan Tanam Pohon

Personel Polres Semarang yang naik pangkat diwajibkan menanam pohon (foto: Polres Semarang)
Personel Polres Semarang yang naik pangkat diwajibkan menanam pohon (foto: Polres Semarang)

JAVANEWS.ID – Upacara Korp Rapot kenaikan pangkat Polres Semarang periode 1 Januari 2026 berlangsung penuh makna.

Sebanyak 87 personel menerima penghargaan atas dedikasi dan loyalitas mereka, dengan kehadiran keluarga yang turut menyaksikan prosesi.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar simbol karier, melainkan amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap seluruh personel menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Jadikan pangkat sebagai tanggung jawab yang harus dijaga,” ujarnya.

Dalam upacara yang digelar di lapangan apel Catur Prasetya, hadir pula para ibu Bhayangkari dan keluarga pendamping.

Kehadiran mereka menjadi penegasan bahwa dukungan keluarga adalah kekuatan moral yang tak ternilai bagi setiap anggota Polri.

Kapolres Ratna mengingatkan agar personel Polri selalu menjaga sikap, tutur kata, dan perbuatan, serta tidak menyakiti hati masyarakat.

Ia menekankan bahwa Polri adalah pelayan masyarakat, sehingga setiap anggota dituntut memberikan pelayanan yang humanis, ramah, dan profesional.

Momentum kenaikan pangkat kali ini juga dibingkai dengan tradisi penanaman pohon sebagai wujud kepedulian lingkungan.

Setiap personel yang naik pangkat diwajibkan membawa satu tanaman untuk ditanam di halaman Mapolres Semarang.

Dengan kombinasi penghargaan institusi, dukungan keluarga, dan kepedulian lingkungan, upacara kenaikan pangkat Polres Semarang menjadi simbol pengabdian yang utuh: kepada masyarakat, keluarga, dan alam.